BAB II Laporan PKL part 2

B. Analisa Data Tiap Dusun di Desa Cijulang

  1. Dusun Cijulang

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui Form Kuesioner dan Lembar Observasi, maka prioritas masalah di Dusun CijulangDesaCijulang adalah sebagai berikut :

a. Sedikitnya Ibu yang memberikan ASI Ekslusif

Sebagian besar Ibu mempunyai bayi memberikan ASI sampai umur anak 24 bulan. Dari hasil sensus ibu yang memberi Asi Ekslusif hanya sebesar 49,5 %, sementara ibu yang membawa balitanya keposyandu hanya sekitar 23%.

Berbagai faktor yang mempengaruhi kedua hal tersebut yaitu :

  1)   Faktor Pengetahuan

Tingkat pengetahuan masyarakat khususnya Dusun Cijulang tergolong masih rendah, mereka kurang memahami pentingnya ASI Eksklusif dan memeriksakan bayinya keposyandu. Rendahnya pengetahuan ini akan berpengaruh kepada pemahaman mereka mengenai kesehatan sehingga kejadian tersebut bisa terjadi. Hal ini memberikan gambaran bahwa daya intelektual masyarakat masih rendah.

  2)   Faktor Pendidikan

Tingkat pendidikan di Dusun Cijulang masih rendah, sehingga hal ini tentu sangat berpengaruh. Jika masyarakat sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tentu pengetahuannya mengenai kesehatanakan lebih tinggi, karena semakin tinggi pengetahuan dan pemahaman maka tingkat kesadaran akan kesehatan akan semakin tinggi.

  3)   Faktor Sosial Ekonomi

Tingkat sosial ekonomi masyarakat Dusun Cijulang masih tergolong rendah, sehingga dapat menghambat pula terhadap kegiatan mereka dalam peningkatan derajat kesehatan.

   4)   Kurangnnya Komunikasi dengan Tenaga Kesehatan

b. Kurangnya kunjungan balita ke Posyandu

Salah satu penyebab penurunan kunjungan balita keposyandu adalah kurangnya pemahaman ibu mengenai pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang balita keposyandu. Banyak ibu yang beranggapan bahwa jika anaknya telah selasai melakukan imunasasi dasar maka kunjungan keposyandu sudah tidak perlu lagi, padahal kunjungan keposyandu sampai anak berusia 5 tahun masih sangat diperlukan untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya balita.

 

2.         Dusun Cicurug

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui lembar kuesioner, maka didapat prioritas masalah yaitu :

   a. Masih rendahnya pengelolaan sampah

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah sehingga menyebabkan masalah sanitasi lingkungan. Banyak warga yang tidak mempunyai tempat pembuangan sampah menjadi factor utama dalam masalah ini.

   b.  Kurangnya sosialisasi jampersal

Kurangnya sosialisasi petugas kesehatan dalam mensosialisasikan jampersal sehingga banyak warga yang masih belum paham mengenai prosedur penggunaan fasilitas jampersal. Hal ini tentu sangat merugikan warga yang kurang mampu karena harus mengeluarkan biaya jika terjadi kegawatan. Selain itu banyak warga yang mengira bahwa jampersal hanya untuk persalinan saja.

   c.  Rendahnya keberhasilan Asi Ekslusif

Banyak factor yang menyebabkan Asi ekslusif kurang berhasil, yaitu factor pengetahuan, factor adat istiadat, factor social ekonomi. Selain itu jauhnya tempat menuju fasilitas kesehatan menjadi penyebab kurangnya sosialisasi mengenai Asi Eksklusif.

 3.         Dusun Cipurut

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui kuesioner, maka prioritas masalah di Dusun Cipurut yaitu :

   a.  Belum terbentuknya keorganisasian dana sehat

Sebagai salah satu wujud pendukung program Desa siaga maka perlu dibentuknya organisasi dana sehat sebagai pendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga jika ada masyarakat yang mengalami masalah kesehatan akan segera dibantu dalam masalah dana. Banyak factor yang menyebabkan belum terbentuknya organisasi dana sehat yaitu salah satunya kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur dana sehat dan belum terbentuknya kepengurusan yang tetap.

   b.  Kurangnya kesadaran mayarakat mengenai pengelolaan sampah

Berdasarkan hasil pendataan, masih hampir 80 % warga tidak mempunyai tempat pembuangan sampah. Banyakwarga yang membuang sampah keselokan atau sungai, namun sebagian ada yang dibakar. Salah satu dampak dari tidak adanya tempat pembuangan sampah besar menyebabkan banyaknya sampah yang tidak terkelola dan mencemari lingkungan, sehingga hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

 

 4.         Dusun Cikole Wetan

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui form kuesioner, maka prioritas masalah di Dusun Cikole Wetan yaitu :

   a.  Kurangnya pemahaman mengenai KPSP (Kuisioner Praskrining Perkembangan).

KPSP merupakan suatu pemeriksaan praskrining yang dilakukan kepada sesuai dengan bayi dan balita untuk menilai apakah pertumbuhannya seharusnya atau tidak. Hampir 90% warga di Dusun Cikole Wetan tidak mengetahui mengenai KPSP ini, tidak hanya itu kader pun tidak memahami mengenai pemeriksaan ini.

Banyak faktor yang menyebabkan kurangnya pemahaman masyarakat yaitu :

1)      Tingkat pengetahuan

2)      Tingkat pendidikan

3)      Kurangnya sosialisasi dari petugas kesehatan mengenai KPSP

4)      Ada anggapan bahwa pemeriksaan tersebut tidak penting.

   b.  Peningkatan Pemberdayaan Lansia

Banyak anggapan bahwa usia lansia sudah tidak produtif lagi, karena di anggap sudah tidak mampu dalam berbagai kegiatan dan menyelesaikan berbagai masalah social maupun kesehatan. Padahal, lansia bisa tetap produktif jika kesehatannya terjaga. Penyebab dari penurunan kualitas lansia yaitu karena banyak yang meremehkan penyakit yang mereka derita sehingga jika keadaannya sudah parah baru memeriksakan kepetugas kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu :

1)      Faktor sosial

Rendahnya tingkat ekonomi juga menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas lansia, karena semakin rendah tingkat ekonomi akan semakin sulit untuk penjangkauan terhadap fasilitas kesehatan jika terjadi masalah-masalah kesehatan.

2)      Faktor Makanan atau Asupan Gizi

Asupan gizi yang seimbang sangat penting juga untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia, karena makanan merupakan suatu factor penting dalam pemenuhan kebutuhan tubuh untuk menjaga kesehatan tubuh. Semakin banyak asupan gizinya, maka akan semakin tinggi peluang untuk hidup sehat. Oleh karena itu, factor makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan lansia.

3)      Faktor Pengetahuan

Rendahnya pengetahuan lansia mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada tubuhnya, maupun pengetahuan mengenai peningkatan kualitas hidup lansia sangatlah berpengaruh. Sebagian besar lansia tidak mengerti mengenai kegiatan apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup maupun SDM untuk lansia.

 

 5.         Dusun Cikole Kulon

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui form kuesioner, maka prioritas masalah di Dusun Cikole Kulon yaitu :

   a.  4 T yang terdiri dari :

      1)    Terlalutua hamil (hamil di atas usia 35 tahun)

      2)    Terlalu muda untuk hamil (hamil di bawah usia 20 tahun)

      3)    Terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4)

      4)    Terlalu dekat (jarak antar kelahiran kurang dari 2 tahun)

Permasalah tersebut terjadi karena beberapa factor, yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi terutama tentang 4 T, adat istiadat yang masih menganggap banyak anak banyak rejeki, factor kepercayaan penduduk/agama yang masih kental bahwa KB dilarang sebab sama dengan menentang takdir Tuhan, dan factor social ekonomi yang masih rendah.

   b.  Tabulin (Tabungan Bersalin)

Untuk mendukung program Desa Siaga, pembentukan tubulin sangat diperlukan karena akan ikut membantu menunjang keberhasilan peningkatan derajat kesehatan. Dengan adanya tabulin, akan membantu ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan dan kegawatdaruratan, sehingga jika terjadi suatu masalah akan segera dibawa kefasilitas kesehatan untuk segera ditangani.

   c.  Kelas ibu hamil

Dengan adanya kehamilan, tentu saja akan memberikan banyak perubahan-perubahan pada ibu yang akan mempengaruhi kesehatan, psikologis maupun aktivitas ibu. Sehingga perlu diadakan sebuah program tertentu seperti kelas ibu hamil, untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan memberikan pengetahuan kepada ibu mengenai kehamilan dan persalinan. Sehingga diharapkan dapat membantu mencegah dan mengurangi angka mortalitas dan morbditas ibu dan anak secara dini.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s